PPKn Kelas 5 Tema 7 Subtema 1 - Keberagaman Sosial Budaya Masyarakat

 

Materi Ajar Kelas 5 Tema 7 Subtema 1

Muatan Pelajaran PPKn 

3.3 Menelaah keberagaman sosial budaya masyarakat  

A.    Keragaman Sosial Budaya di Indonesia

Budaya merupakan segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia. Budaya juga merupakan identitas dan kepribadian suatu bangsa. Kebudayaan daerah dikembangkan dalam rangka memperkaya kebudayan nasional karena kebudayaan nasional bersumber dari kebudayaan daerah. Kebudayaan nasional lahir sebagai hasil usaha akal budi atau pikiran seluruh bangsa Indonesia yang terdiri atas beragam ras dan suku.

Adapun wujud budaya, yaitu:

1.     gagasan atau ide, misalnya kepercayaan;

2.     tindakan, misalnya upacara adat dan seni pertunjukan; serta

3.     benda, misalnya pakaian adat dan senjata tradisional.

 

B.    Faktor Penyebab Keragaman Bangsa Indonesia

1.     Faktor Keturunan

a.     Ras di Indonesia

Ras adalah salah satu sistem pengelompokkan atau penggolongan manusia yang ada di muka bumi ini berdasarkan ciri-ciri fisik secara umum. Masyarakat Indonesia dapat dibedakan menjadi 4 (empat) kelompok ras sebagai berikut.

1)    Kelompok ras Papua Melanezoid, terdapat di Papua, Pulau Aru, Pulau Kai.

2)    Kelompok ras Negroid, antara lain orang Semang di Semenanjung Malaka, orang Mikopsi di Kepulauan Andaman.

3)    Kelompok ras Weddoid, antara lain orang Sakai di Siak Riau, orang Kubu di Sumatra Selatan dan Jambi, orang Tomuna di Pulau Muna, orang Enggano di Pulau Enggano, dan orang Mentawai di Kepulauan Mentawai.

4)    Kelompok ras Melayu Mongoloid, yang dibedakan menjadi 2 golongan.

a)    Ras Proto Melayu (Melayu Tua) antara lain Suku Batak, Suku Toraja, Suku Dayak.

b)    Masyarakat Indonesia juga terdiri atas kelompok warga keturunan China (ras Mongoloid), warga keturunan Arab, Pakistan, India, ras Kaukasoid, dan sebagainya yang hidup berdampingan membaur menjadi warga negara Indonesia. Masyarakat Indonesia tidak mengenal superioritas suatu ras dan tidak menganut paham rasialisme.

 

b.    Suku di Indonesia

1)    Masyarakat Indonesia yang majemuk terdiri atas beberapa suku bangsa(etnis).

2)    Tiap-tiap suku bangsa memiliki bahasa dan adat istiadat serta budaya yang berbeda.

3)    Di suatu daerah, mungkin terdapat beberapa suku. Sebagai contoh di Sumatra terdapat suku Aceh, suku Melayu, dan suku Batak. Di Pulau Jawa terdapat suku Betawi, suku Sunda, suku Osing, dan suku Jawa.

4)    Daerah-daerah persebaran suku-suku di Indonesia

a)    Sumatra: suku Aceh, Batak, Minang, Melayu

b)    Jawa: Betawi, Jawa, Sunda, Tengger, Baduy

c)     Kalimantan: Dayak, Suku Kutai, Berau, Bajau, Paser, Benuaq

d)    Sulawesi: Bugis, Toraja, Makassar, Mandar, Bentong

e)    Papua: Dani, Asmat, Amungme, Arfak, Bauzi, Kombay

f)       Bali dan Nusa Tenggara: Bali, Sasak, Riung, Sikka, Solor, Sawu, Sumba

g)    Maluku: Alifuru, Maba, Mangole, Manipa, Sawai, Wayoli

 

2.     Perbedaan Kondisi Geografis

Perbedaan kondisi geografis berdampak pada munculnya berbagai ragam mata pencaharian. Contohnya perikanan, pertanian, kehutanan, dan perdagangan. Pada setiap bidang tersebut, mereka akan mengembangkan corak kebudayaan yang khas dan cocok dengan kondisi geografis lingkungan tempat tinggalnya.

 

3.     Pengaruh Kebudayaan Luar

Bangsa Indonesia adalah contoh bangsa yang terbuka. Ini dapat dilihat dari besarnya pengaruh asing dalam membentuk keberagaman masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Pengaruh asing yang pertama ialah ketika orang-orang dari India, Cina, dan Arab, kemudian disusul oleh orang-orang dari Eropa. Bangsa-bangsa tersebut datang dengan membawa kebudayaan masing-masing.

 

C.    Faktor-faktor yang Membedakan Suku Bangsa Satu dan Yang Lain

Peristiwa Sumpah Pemuda menunjukkan adanya rasa persatuan dan kesatuandi antara para pemuda yang berbeda ras, suku, golongan, dan agama. Hal tersebut menununjukkan bahwa derajat kita sama sebagai manusia. Tidak ada manusia yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah.

 

Faktor-faktor yang membedakan adalah:

1.     Adat Istiadat

Setiap suku bangsa pasti memiliki adat istiadat tertentu, meliputi upacara adat dan kebiasaan-kebiasaan lain yang sudah dijalankan secara turun-temurun dalam suatu suku. Contohnya upacara pembakaran mayat (ngaben) di Bali. Perbedaan adat istiadat menunjukkan perbedaan kebudayaan yang tampak dari pola perilaku atau gaya hidup. Misalnya. pola perilaku orang Batak yang suka bicara terus terang sehingga terkesan tegas dan keras sangat berbeda dengan pola perilaku orang Jawa Tengah (khususnya Solo dan Yogya) yang suka berbicara hati-hati penuh dengan sindiran secara halus.

2.     Bahasa Daerah

Tiap suku bangsa biasanya memiliki bahasa daerah tertentu, contoh suku Jawa memakai bahasa Jawa dalam melakukan percakapan sehari-hari. Suku-suku pun menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.

Indonesia memiliki sekitar 746 bahasa daerah. Bahasa daerah adalah bahasa yang dituturkan di daerah tertentu. Bahasa daerah digunakan untuk percakapan atau komunikasi untuk suku yang sama dengan perbedaan logat dan dialeknya yang khas.

3.     Sistem Kekerabatan

Sistem kekerabatan merupakan sistem keturunan yang dianut oleh suku bangsa tertentu berdasarkan garis ayah (patrilineal), garis ibu (matrilineal), atau kedua-duanya.

4.     Kesenian Daerah

Setiap daerah memiliki kesenian yang berbeda. Diantaranya seni musik, seni tari, seni lukis, seni ukir, seni pahat.

 

D.    Upaya-upaya Pelestarian Kebudayaan Nasional

1.     Mengadakan kegiatan pengenalan dan penyebaran budaya nasional kepada masyarakat secara terus-menerus.

2.     Menggali situs-situs bersejarah dan memelihara temuan temuan sejarah

3.     Mengembangkan budaya daerah dan nasional melalui pendidikan dan pengajaran,

4.     Senantiasa mengembangkan sikap menghormati kebudayaan sendiri dan kebudayaan daerah lain.

5.     Mengenal dan mempelajari kebudayaan sendiri yang merupakan warisan leluhur.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAHASA INDONESIA ~ IMBUHAN -KAN DAN -LAH

Materi Bahasa Jawa Kelas 5 Basa Rinengga

Basa Jawa Kelas 5 - Basa Rinengga (Panyandra, Panyendhu, Pepindhan, Parikan)